Rabu, 28 September 2016

Pembimas Hindu Jawa Timur: Agama, Seni dan Teknologi Harus Selaras



Semburat merah senja terpantul pada air pinggir yang tenang. Gemericik hujan yang telah mengguyur Jember sore itu baru saja reda.

Beberapa pengempon Pura Agung Amertha Asri tampak sibuk mempersiapkan sarana persembahyangan. Para penari pun asyik berias sambil sesekali bercanda ria menghangatkan suasana.
Pawintenan dan Pujawali Piodalan Pura Agung Amertha Asri yang berlangsung dari tanggal 10-17 September 2016 berlangsung khidmat dan semarak. Ratusan umat Hindu Jember hadir dalam piodalan tersebut.
Pembimas Hindu Jawa Timur, Ida Made Windya mengatakan antara agama, seni dan teknologi harus selaras. "Seni menghaluskan jiwa, agama mengarahkan jiwa, teknologi memudahkan hidup," kata Ida Made Windya belum lama ini dalam Dharmawacana yang ia sampaikan di Pura Agung Amertha Asri.
Ida Made menambahkan agama wajib menjadi pegangan bagi seluruh umat. Seperti mangga, jika dua orang memperdebatkan lebih dahulu mana antara pohon mangga atau buahnya.
Orang pertama mengatakan mangga, orang kedua mengatakan pohon mangga. Lalu orang ketiga tidak ikut berdebat, namun malah menikmati mangga tersebut dengan lahap. Begitu pula dengan beragama, yang harus dirasakan, dilakoni dan dipraktekkan, bukan malah diperdebatkan.
Sekretaris PHDI Kabupaten Jember, I Wayan Yasa mengatakan umat Hindu Jember mayoritas merupakan umat Hindu dari Bali. "Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2015, jumlah umat Hindu di Jember berjumlah 5532 jiwa dari total 31 kecamatan," kata I Wayan Yasa.
Solidaritas umat Hindu Jember patut diacungi jempol. Mereka punya cara unik untuk menjalin silaturahmi antar umat Hindu Jember, yakni dengan persembahyangan terpusat atau sentral. Biasanya, pada hari minggu setelah hari raya besar dilaksanakan, dilakukan persembahyangan bersama di pura yang telah disepakati.
"Misal pada hari raya Kuningan kali ini, umat sembahyang di pura masing-masing. Pada hari Minggu seluruh umat Hindu Jember melaksanakan persembahyangan bersama di Pura Eka Prasetya Stiti Dharma, Desa Kepanjen, Gumukmas," ujar Wayan Yasa. Terdapat 7 KK yang masih bertahan di pura yang terletak sekitar 50 km dari pusat pemerintahan Kabupaten Jember.
Ida Made Windya pun berjanji akan membantu pemugaran beberapa pura yang ada di Kabupaten Jember, termasuk pura Eka Prasetya Stiti Dharma, dengan syarat mengajukan proposal permohonan bantuan ke Bimas Hindu Jawa Timur yang nantinya akan diteruskan ke Ditjen Bimas Hindu Pusat. Ia berharap solidaritas umat Hindu Jember bisa mewujudkan kerukunan internal sehingga akan tercipta Hindu yang damai. *Titah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar