Sabtu, 10 September 2016

Bupati Blitar: Utsawa Dharmagita Nyalakan Pelita Umat Hindu Jawa Timur



Bimas Hindu Jatim - Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Jawa Timur XIII Tahun 2016 secara resmi dibuka oleh Plt Kakanwil Kemenag Jatim, H. Mustain di Lapangan SDN Kendalrejo 2, Desa Kendalrejo, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar.
“Utsawa Dharmagita mempunyai arti yang sangat penting dan mendalam, sebab melalui festival atau lomba ini dapat meningkatkan kemahiran menyanyikan teks-teks keagamaan,” kata Mustain, Sabtu (10/09/2016) di Lapangan SDN Kendalrejo 2.
Kegiatan membaca, menyanyikan dan menelaah isi teks-teks suci keagamaan tersebut harus lebih banyak digiatkan terutama kepada anak-anak dan generasi muda umat Hindu.
Melalui ajaran-ajaran agama Hindu, mereka dapat mengembangkan paham humanisme, paham kemanusiaan sejati yang diyakini sebagai sesuatu yang mendapatkan berkat dari Tuhan Yang Maha Esa.
Pembimas Hindu Jawa Timur, Ida Made Windya mengungkapkan Dharma Gita sebagai nyanyian suci keagamaan Hindu memiliki peran yang sangat penting bagi umat Hindu di seluruh Indonesia.
“Dari sisi teks yang bersumber dari ajaran Weda, mengandung nilai-nilai agama yang sangat tinggi, sehingga bisa memberi tuntunan pemahaman terhadap ajaran agama Hindu mulai dari aspek Tattwa, Susila maupun Upacara,” ungkap Ida Made Windya.
Bupati Blitar, H. Rijanto mendukung penuh kegiatan UDG Jatim tahun 2016 sebagai pelita dan pencerah dalam menghadapi berbagai permasalahan. “Utsawa Dharmagita sudah tepat menjadi wujud nyata umat Hindu dalam berkontribusi demi kemajuan dan kelanjutan bangsa,” tegas Rijanto.
Rijanto berjanji, jika Blitar keluar sebagai pemenang UDG Jatim, Rijanto akan ikut sebagai suporter mendampingi Blitar mewakili Jawa Timur dalam UDG Tingkat Nasional di Palembang. Bahkan, ia pun akan memberikan tambahan bonus.
UDG Jatim XIII diikuti oleh 15 Kabupaten/Kota se Jawa Timur dengan jumlah peserta mencapai 532 orang dan 31 jenis cabang lomba. Beberapa hiburan yang ditampilkan antara lain tari Remo dari Sanggar Saraswati Gresik, Tari Topeng Bapang dari Sanggar Tari Asmoro Bangun Malang, Defile Kontingen, serta Seni Jaranan Campur Sari Dwija Dharma Putra Wlingi, Blitar. *Titah


Sabtu, 27 Agustus 2016

Rapat Dewan Juri Utsawa Dharmagita Provinsi Jawa Timur






(Bimas Jatim) - Bimas Hindu Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur (Jatim) bekerjasama dengan Lembaga Pengembangan Dharmagita (LPDG) Jatim melaksanakan rapat dewan juri dalam rangka menyambut Utsawa Dharmagita (UDG) Tingkat Provinsi Jatim XIII.

Pembimas Hindu Jawa Timur, Ida Made Windya mengatakan terdapat 51 juri yang akan dilibatkan dalam UDG. “Anggota Dewan Juri berasal dari peserta seleksi pada Orientasi Juri UDG Jatim yang dikirim oleh LPDG Kabupaten/Kota se Jawa Timur. Sedangkan untuk jumlah peserta mencapai 532 orang,” kata Ida Made Windya yang juga Ketua LPDG Jawa Timur di Kanwil Kemenag Jawa Timur, Minggu (28/08/2016).

Ida Made Windya menambahkan nantinya peserta akan memperebutkan juara I, II dan III dari masing-masing cabang lomba. Selain itu juara umum akan mendapatkan piala bergilir UDG 2016. Kegiatan yang rutin digelar setiap tiga tahun sekali ini nantinya akan dilaksanakan tanggal 10-11 September 2016 di SDN Kendalrejo 2, Desa Kendalrejo, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar.

Terdapat 31 mata lomba yang akan digelar, antara lain Pembacaan Mantra/Sloka Pasangan Anak-Anak Putra, Pembacaan Mantra/Sloka Pasangan Anak-Anak Putri, Pembacaan Mantra/Sloka Pasangan Remaja Putra, Pembacaan Mantra/Sloka Pasangan Remaja Putri, Pembacaan Mantra/Sloka Pasangan Dewasa Putra, Pembacaan Mantra/Sloka Pasangan Dewasa Putri, Pembacaan Palawakya Pasangan Remaja Putra, Pembacaan Palawakya Pasangan Remaja Putri, Pembacaan Palawakya Pasangan Dewasa Putra, Pembacaan Palawakya Pasangan Dewasa Putri.

Utsawa Dharmawidya (Cerdas Cermat) Beregu Tingkat SD, Utsawa Dharmawidya (Cerdas Cermat) Beregu Tingkat SMP, Utsawa Dharmawidya (Cerdas Cermat) Beregu Tingkat SMA, Utsawa Dharmawacana Perorangan Anak-Anak Putra, Utsawa Dharmawacana Perorangan Anak-Anak Putri, Utsawa Dharmawacana Perorangan Remaja Putra, Utsawa Dharmawacana Perorangan Remaja Putri, Utsawa Dharmawacana Perorangan Dewasa Putra, Utsawa Dharmawacana Perorangan Dewasa Putri, Utsawa Dharmawacana Berbahasa Inggris Perorangan Remaja Putra, Utsawa Dharmawacana Berbahasa Inggris Perorangan Remaja Putri, Utsawa Dharmawacana Berbahasa Inggris Perorangan Dewasa Putra, Utsawa Dharmawacana Berbahasa Inggris Perorangan Dewasa Putri.

Utsawa Kidung Daerah Bernuansa Hindu Perorangan/Beregu Putra-Putri, Utsawa Menghafal Mantra/Sloka Perorangan Tingkat Remaja Putra/Putri, Utsawa Menghafal Mantra/Sloka Perorangan Tingkat Dewasa Putra/Putri, Utsawa Menghafal Baca Tulis Aksara Jawa Kuna Perorangan Tingkat Remaja Putra/Putri, Utsawa Menghafal Baca Tulis Aksara Jawa Kuna Perorangan Tingkat Dewasa Putra/Putri, Utsawa Baca Kakawin Berpasangan Remaja Putra/Putri, Utsawa Baca Kakawin Berpasangan Dewasa Putra/Putri. *Titah

Minggu, 31 Juli 2016

Menteri Agama: Jampasnas Wadah Peningkatan Prestasi Anak Muda Hindu








Sleman (Bimas Hindu Jawa Timur) - Kontingen Provinsi Jawa Timur, Putu Althea Putri W berhasil meraih juara harapan II Lomba Puisi Keagamaan Hindu pada rangkaian Jambore Pasraman Nasional (Jampasnas) ke-4 di hotel Sheraton Mustika, Jumat (29/7/2016). Putu Althea senang bisa berpartisipasi dalam Jambore Pasraman tahun ini.

“Walaupun dapat juara harapan II, saya sangat bersyukur. Juara memang penting, tapi yang lebih utama bisa bertemu dengan teman-teman Hindu dari seluruh Indonesia,” kata Putu Althea.

Pembimas Hindu Jawa Timur, Ida Made Windya mengungkapkan selain meningkatkan sradha, bhakti, sekaligus memiliki etika yang baik, Jampasnas juga sebagai ajang bersosialisasi sekaligus mengembangkan potensi-potensi anak-anak pasraman seperti musikalitas, kinestetik ataupun intra dan antarpribadi peserta didik,” ungkap Made Windya.

Lomba Yoga Asanas Putri diwakili oleh Nararatih Widya Ratna, Sheni Hinda Wati, Rega Regi Fernanda Wahyunigsih. Lomba Pelafalan Doa Sehari-hari diwakili oleh Else Putri Ayu Prameswari. Lomba Yoga Asanas Putra diwakili oleh Chayono, Bogi Satrio Utomo, Yoga Wiyana. Lomba Cipta Lagu Kreasi Keagamaan Hindu diwakili oleh Marga Tri Santika, Ninik Gustin Lestari. Lomba Bercerita Keagamaan Hindu diwakili oleh Anak Agung Ayu Indah Wati Britania Yuliani.

Lomba Tri Sandya diwakili oleh Ni Wayan Melva Vemtira Kanya Navaratri dan Astu Devi Supriyatni, Lomba Kramaning lembah diwakili oleh Ni Putu Anjelina Rika Savitri dan Ni Komang Brahma Cintya Dewi. Adapun official Jampasnas Kontingen Jawa Timur antara lain I Dewa Ayu Putri, Kudari, dan Jariyanto.

Menteri Agama Republik Indonesia Lukman Hakim Saifuddin resmi menutup rangkaian Jambore Pasraman Nasional (Jampasnas) ke-4 di hotel Sheraton Mustika. Ia berharap, pendalaman ajaran agama Hindu dan hidup dalam keragaman tetap terus berjalan meski Jampasnas telah berakhir.

“Semoga Jambore Pasraman Nasional ke-4 mampu memupuk rasa nasionalisme dan patriotisme bagi generasi mendatang. Saya melihat keanekaragaman yang luar biasa, ini merupakan wadah peningkatan prestasi anak muda Hindu di kancah internasional, bukan sekedar soal menang dan kalah,” tegas Lukman Hakim Saifuddin.

Ketua Panitia Jambore Pasraman Nasional, Ida Bagus Gede Subawa, mengatakan pihaknya mengajak seluruh pihak untuk menggalang komitmen dan menyatukan langkah dalam mengelola nilai-nilai ajaran agama.

Bali berhasil menjadi Juara Umum Jambore Pasraman Nasional ke-4. Berikut hasil keputusan Juri tentang juara Jambore Pasraman Nasional IV 2016.

Lomba Puja Tri Sandya
Juara I : Bali
Juara II : DKI Jakarta
Juara III : Papua
Juara Harapan I : Nusa Tenggara Barat
Juara Harapan II : Sulawesi Tenggara
Juara Harapan III : Sulawesi Selatan

Lomba Kramaning Sembah
Juara I : Sulawesi Utara
Juara II : Bali
Juara III : Kalimantan Barat
Juara Harapan I
Juara Harapan II
Juara Harapan III

Lomba Doa sehari-hari
Juara I : Bali
Juara II : Nusa Tenggara Barat
Juara III : Jawa Tengah
Juara Harapan I
Juara Harapan II
Juara Harapan III

Lomba Cipta Lagu Keagamaan
Juara I : Yogyakarta
Juara II : Bali
Juara III : Jateng
Juara Harapan I : Nusa Tenggara Barat
Juara Harapan II : Sulawesi tengah
Juara Harapan III : Kalimantan tengah

Lomba Cipta Puisi Keagamaan
Juara I : Bali
Juara II : Kalteng
Juara III : Yogyakarta
Juara Harapan I : Nusa Tenggara Barat
Juara Harapan II : Jawa Timur
Juara Harapan III : Sulawesi Selatan

Lomba Bercerita Keagamaan
Juara I : Bali
Juara II : NTB
Juara III : Jawa Barat
Juara Harapan I : Jawa Tengah
Juara Harapan II : DKI Jakarta
Juara Harapan III : NTT

Lomba Yoga Asanas Putra
Juara I : Bali
Juara II : Nusa Tenggara Barat
Juara III : Papua
Juara Harapan I : Sulawesi Tengah
Juara Harapan II : Kepulauan Riau
Juara Harapan III : Sulawesi Selatan

Lomba Yoga Asanas Putri
Juara I : Bali
Juara II : Banten
Juara III : Yogyakarta
Juara Harapan I : Nusa Tenggara Timur
Juara Harapan II : Jawa Barat
Juara Harapan III : Papua

Juara Umum : Bali

*Titah

Selasa, 26 Juli 2016

Jambore Pasraman untuk Generasi Hindu Emas













Sleman (Bimas Hindu Jawa Timur) - Jambore Pasraman Tingkat Nasional IV Tahun 2016 secara resmi dibuka oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, H. Nur Syam, mewakili Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin.

H. Nur Syam mengatakan kegiatan Jambore Pasraman yang berkelanjutan nantinya akan melahirkan generasi Hindu ‘emas’ pada tahun 2045. “Jambore Pasraman merupakan wahana bagi generasi muda Hindu untuk memupuk rasa cinta tanah air sekaligus membangun kebhinekaan nusa dan bangsa. Saya yakin generasi muda Hindu bisa menjadi generasi emas pada100 tahun bangsa Indonesia,” kata H. Nur Syam di Hotel Sheraton Mustika Yogyakarta, Selasa (27/07/2016)..

Kegiatan yang diselenggarakan dua tahun sekali ini diikuti oleh 471 orang serta 96 official dari 32 provinsi di Indonesia. Masing-masing provinsi mengirimkan 15 orang, kecuali Nanggroe Aceh Darusalam yang hanya mengirimkan lima peserta. Para peserta terbagi atas 3 kelompok, yakni tingkat SD, tingkat SMP dan tingkat SMA/K.

Adapun jenis lomba yang diselenggarakan antara lain lomba Mantra Tri Sandhya, lomba Kramaning Sembah, lomba Yoga Asanas, lomba Cipta Lagu Kreasi Keagamaan Hindu, lomba Puisi Keagamaan Hindu, lomba Pantun Keagamaan Hindu, Pelafalan Doa Sehari-hari dan lomba Outbound dan juga kegiatan Pendalaman atau Pembinaan serta Sarasehan.

Ketua Panitia Jambore Pasraman, IB Gede Subawa, mengungkapkan tahun ini  Jambore Pasraman Nasional mengambil tema ‘Jambore Pasraman Nasional sebagai Wahana Meningkatkan Patriotisme Bangsa, Kerukunan dan Pengalaman Ajaran Agama’.

“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan sraddha (keyakinan) dan bhakti (berbakti) peserta didik, meningkatkan moral dan budi pekerti luhur, meningkatkan solidaritas dan kebersamaan peserta didik, serta meningkatkan persatuan dan kesatuan dalam wadah NKRI,” ungkap Gede Subawa.

Jambore Pasraman Nasional akan memberikan piala dan penghargaan bagi juara I,II, III dan juara harapan I, II, III. Khusus bagi peraih juara umum akan diberikan piala bergilir Dirjen Bimas Hindu. *Titah



Kakanwil Kemenag Lepas Kontingen Jambore Pasraman Jawa Timur









Sidoarjo (Bimas Hindu Jawa Timur) - Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Mahfudh Sodar melepas secara resmi kontingen Jambore Pasraman Provinsi Jawa Timur di Wisma Haji Kemenag Jatim.
Mahfudh mengatakan pelaksanaan Jambore Pasraman Tingkat Nasional merupakan upaya untuk meningkatkan keterampilan keagamaan yang dapat di aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari bagi peserta didik.
“Semoga kontingen Jambore Pasraman Jawa Timur bisa tampil yang terbaik serta bisa mendapatkan juara. Kalau kontingen lain bisa, kontingen Jawa Timur lebih bisa,” tegas Mahfudh Shodar belum lama ini.
Mahfudh menambahkan, setelah melihat gladi bersih peserta, ia optimis kontingen Jawa Timur bisa meraih juara dari berbagai jenis lomba.
Pembimas Hindu Jawa Timur, Ida Made Windya mengungkapkan Jambore Pasraman Tingkat Nasional bertujuan meningkatkan kreatifitas siswa pasraman guna mewujudkan insan yang memiliki sradha, bhakti, sekaligus memiliki etika yang baik.
“Kegiatan ini perlu terus digalakan ditengah-tengah harapan agar pendidikan  keagamaan Hindu yang saat ini menginginkan pola pendidikan yang seimbang antara fisik dan non fisik , pengembangan otak kanan dan otak kiri serta potensi-potensi lainya, seperti musikalitas, kinestetik ataupun intra dan antarpribadi peserta didik,” ungkap Made Windya. *Titah