Senin, 11 Juli 2016

Pura Penataran Luhur Medang Kamulan


Pura Penataran Luhur Medang Kamulan terletak di Dusun Buku Desa Mondoluku Kecamatan Wringinanom Kabupaten Gresik Provinsi Jawa Timur. Semoga semua junjungan menganugerahi kehidupan abadi, semoga berhasil sesuai keinginan kita bersama dan selalu mengampuni segala kekurangan maupun keterbatasan kami sebagai hamba NYA.
Pura Penataran Luhur Medang Kamulan terletak dipelosok desa terpencil di Dusun Buku Desa Mondoluku Kecamatan Wringinanom Kabupaten Gresik. Adapun awal mula adanya Pura di Desa Mondoluku ini sejak tahun 1960-an yang mana Pura ini sudah dipakai kegiatan persembahyangan dengan menggunakan sarana dan prasarana apa adanya oleh umat setempat dengan keyakinan Jawa-nya sampai mendirikan Sanggar Pamudjan dengan cara berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain. Semenjak tahun 1980-an, dengan swadaya masyarakat Umat Hindu yang berjumlah 75 kepala keluarga di desa tersebut membuat tempat sembahyang dengan membeli lahan sebidang tanah seluas kurang lebih 612 meter persegi dari warga yang bernama Bu Rustin dengan harga Rp.600.000,- tanpa adanya administrasi yang jelas. Sementara tanah tersebut mempunyai ahli waris bernama Napiah (ahli warisnya H. Sukir dan keluarga).Sehingga tanah Pura tersebut jadi bermasalah dan oleh ahli waris yaitu Haji Sukir beserta keluarga meminta agar pura tersebut segera dipindahkan atau dipralina.
Adapun cikal bakal dari Pura Penataran Luhur Medang Kamulan adalah adanya Pura Setia Dharma Bakti yang dibangun oleh Umat Mondoluku dan seluruh Umat Hindu yang telah membantu berdirinya Pura Setia Dharma Bhakti. Dan dengan tuntunan restu dari Brahman, para Dewa dan para Leluhur yang dicetuskan lewat Bapak Kadek Sumanila dengan keyakinan hati nurani yang paling dalam ditandai pada kesetiaan (SETIA) umat yang bertahan sebanyak 7 kepala keluarga sampai dengan melaksanakan selalu kebajikan dan kebenaran (DHARMA) untuk bertahan dari segala cobaan ataupun diskriminasi lingkungan yang sangat hebat walaupun kondisi umat yang SDM-nya sangat rendah dan mereka mampu melaksanakan kegiatan Yadnya dengan tulus ikhlas (BHAKTI) sehingga Pura Penataran Luhur Medang Kamulan tersebut bisa terwujud .
Pada bulan Oktober 2010, Ketua PHDI Kecamatan Bapak Sai dan Ketua PHDI Kabupaten Gresik Bapak Kusno datang kerumah Bapak Kadek Sumanila untuk meminta agar Bapak Kadek Sumanila bisa bergabung menjadi kepengurusan baru PHDI Kabupaten Gresik. Mendengar penjelasan dari Bapak Kusno dan Bapak Sai, akhirnya Bapak Kadek Sumanila menerima dengan senang hati tawaran untuk menjadi pengurus dengan tujuan membina umat dan menyelamatkan pura yang rencananya dipralina dan juga kondisinya sangat memprihatinkan yang ada di Desa Mondoluku karena sejak lama tidak tersentuh ataupun terbina, sehingga umatnya hampir habis ataupun pura yang ada mau di Pralina (tanah pura secara sah masih milik ahli waris H. Sukir).

Kondisi Pura yang hampir diprelina
Kondisi Pura yang hampir diprelina

Pada bulan oktober 2010, Bapak Kadek Sumanila bersama temannya yang bernama Bapak Khumaidi datang ke Desa Mondoluku untuk melihat kondisi pura dan umat. Sesampainya disana, pura dalam keadaan kosong dan kurang terawat dan hanya bertemu dengan tetangga depan pura yang bernama Pak Pardi (pengusaha kayu). Pada hari berikutnya pada tgl 26 oktober 2010 (pada saat gunung merapi meletus) Bapak Kadek Sumanila, Bapak Kusno dan Bapak Sai datang kembali ke Desa Mondoluku untuk menemui seluruh Umat Hindu yang ada di Desa Mondoluku. Pada waktu itu Bapak Kadek Sumanila melaksanakan persembahyangan bersama umat di pura yang memprihatinkan itu, mempunyai tekad dan rencana untuk melaksanakan pembinaan umat yang khusus dan melakukan renovasi pura tersebut. Dan atas restu Brahman, Para Dewa dan Para Leluhur tercetuslah nama MEDANG KAMULAN didalam hati sanubari yg paling dalam Bapak Kadek Sumanila untuk dibuatkan sthana ditempat itu.

Bapak Kadek Sumanila (baju batik) bersama  umat Hindu Mondoluku yang masih tersisa
Bapak Kadek Sumanila (baju batik) bersama
umat Hindu Mondoluku yang masih tersisa

Pada hari Sabtu 18 Desember 2010 Bapak Kadek Sumanila bersama keluarga, Bapak Kusno, Bapak Sai, Romo Mangku dan bersama Umat Hindu Mondoluku melaksanakan persembahyangan kliwonan memohon petunjuk dan perlindungan untuk melaksanakan kegiatan pembinaan umat dan renovasi pura. Pada tanggal 25 Desember 2010 merupakan Hari Piodalan Pura Penataran Agung Margo Wening (Krembung-Sidoarjo). Pada saat itu, Bapak Kadek Sumanila bertemu dengan Ida Pandita Sri Mpu Nabe Daksa Samyoga dan Pinandita Drs. I Nyoman Murba Widana M.Ag untuk menjelaskan kondisi umat dan Pura Mondoluku. Dengan penjelasan tersebut, ada keinginan untuk melihat secara langsung secara bersama-sama dan Bapak Kadek Sumanila berkoodinasi dengan ketua PHDI Kecamatan dan PHDI Kabupaten Gresik. Pada tanggal 26 Desember 2010 Ida Pandita Sri Mpu Nabe Daksa Samyoga dan Pinandita Drs Nyoman Murba Widana M.Ag bersama Bapak Kadek Sumanila sekeluarga, Bapak Kusno dan Bapak Sai berkunjung ke Pura Penataran Luhur Medang Kamulan di Desa Mondoluku. Sesampainya disana diterima oleh seluruh Umat Hindu Desa Mondoluku. Adapun hasil kunjungan: Melaksanakan persembahyangan bersama dan melaksanakan Dharma Tula bersama umat dan pengurus Parisada Kabupaten Gresik. Dan dengan keyakinan, ketulusan dan keikhlasan serta petunjuk dan restu dari Brahman, para Dewa dan para Leluhur dan nama Medang Kamulan disampaikan oleh Bapak Kadek Sumanila dengan pertimbangan restu dari para Sulinggih, Romo Mangku, PHDI Kabupaten Gresik dan Umat Hindu yang ada di Desa Mondoluku dan ini karena semboyan terdahulu sudah melekat yang bermakna kesetiaan, dharma dan bhakti pada pura tersebut dan sekaligus atas kesepakatan bersama untuk menunjang kegiatan yang ada di Pura dari PHDI Kabupaten Gresik maka dibentuklah Rumah Tangga Pura yang diketuai oleh Bapak Kadek Sumanila yang disepakati bersama.

Bapak Sai, Bapak Gawayasa, Bapak Suhanadi,  Bapak Kusno & Bapak Kadek Sumanila
Bapak Sai, Bapak Gawayasa, Bapak Suhanadi,
Bapak Kusno & Bapak Kadek Sumanila

Pada Hari Selasa 04 Januari 2011 merupakan Tilem, Bapak Kadek Sumanila, PHDI Gresik, Romo Mangku dan Umat Hindu Desa Mondoluku melaksanakan persembahyangan bersama dan mohon restu semoga semua dilancarkan sekaligus merencanakan renovasi pura secara bertahap dan prioritas awal adalah menyelesaikan permasalahan tanah pura yang masih terkendala masalah administrasi kepemilikan.

Pada Tanggal 7 Januari 2011 Bapak Kadek Sumanila beserta anggota korps marinir wilayah timur yang beragama Hindu dengan jumlah 25 orang melaksanakan kerja bhakti dan persembahyangan bersama Umat Hindu Desa Mondoluku. Tetapi sebelum rombongan sampai ke pura, terlebih dahulu berhenti di depan Balai Desa Mondoluku untuk pemberitahuan pelaksanaan kegiatan kerja bhakti. Namun, kantor kepala desa dalam keadaan kosong sehingga rombongan langsung menuju ke pura. Setelah selesai kerja bhakti Bapak Kadek Sumanila, Bapak I Nyoman Gawayasa dan tokoh umat Bapak Mardi menemui Pak Kades Mondoluku H. Moh. Khoiriman di rumahnya dan sekalian mengutarakan rencana rumah tangga untuk melaksanakan renovasi pura. Pak Kades menyarankan agar untuk lebih baiknya sebelum melaksanakan renovasi pura, terlebih dahulu menyelesaikan permasalahan tanah pura tersebut dengan ahli waris. Kebetulan ahli warisnya masih ada hubungan keluarga dengan Sekdes Mondoluku Bapak Marjuki. Pada tanggal 8 Januari 2011 Bapak Kadek Sumanila meminta kepada Bapak Nyoman Gawayasa beserta tim untuk datang ke rumah Bapak Sekdes untuk mengecek kebenaran permasalahan tanah tersebut. Pada tanggal 10 Januari 2011 Ketua Rumah Tangga Pura Bapak Kadek Sumanila beserta PHDI Kecamatan dan Kabupaten Gresik, Bapak I Nyoman Gawayasa, Bapak Komang Adi dan Bapak Putu Oka datang ke rumah Pak Sekdes untuk melaksanakan dan merencanakan pertemuan dengan ahli waris. Pada Tanggal 11 Januari 2011 Jam 19.00WIB, Pengurus Rumah Tangga Pura dan PHDI Gresik serta tokoh umat mengadakan pertemuan dengan ahli waris yang disaksikan oleh Bapak Kades dan  Bapak Sekdes.

Adapun hasil pertemuan tersebut adalah:

Dari ahli waris punya keinginan agar pura itu dipindah. Dulu sebenarnya ada beberapa Umat Hindu, baik dari Gresik kota maupun PHDI Kecamatan maupun tokoh Gresik lainnya berkeinginan untuk membantu menyelesaikan permasalahan tanah pura tersebut dengan mengganti rugi berapapun nilainya namun ahli waris tetap menolak, bahkan tidak mau bertemu. Tetapi sekarang, atas restu Brahman, para Dewa dan para Leluhur, keinginan pengurus rumah tangga pura beserta umat untuk melaksanakan pertemuan ini bisa terlaksana.
Adapun permintaan dari pengurus rumah tangga pura agar permasalahan tanah pura ini bisa segera diselesaikan, sehingga dari ahli waris dan perangkat desa setuju untuk bersama-sama mencari jalan terbaik.
Dari ahli waris akhirnya setuju tanah tersebut dijual ke pengurus rumah tangga pura dengan penawaran pertama 100 juta, penawaran kedua Rp. 75 juta, penawaran ketiga Rp. 50 juta dan penawaran keempat Rp. 35 juta. Itupun melalui negosiasi yang cukup berat namun atas restu Brahman, para Leluhur, para Dewa dan doa seluruh umat, akhirnya tanah pura tersebut dapat dimiliki secara sah disaksikan perangkat Desa Mondoluku dengan melakukan pembayaran DP Rp. 3 juta dan sisanya diselesaikan 1 bulan berikutnya.
Dari perangkat desa dan tokoh desa sangat antusias dan membantu untuk perkembangan Agama Hindu yang ada di Desa Mondoluku.
Pada Bulan Januari 2011 pengurus rumah tangga pura (Bapak Kadek Sumanila, Bapak Mulyadi, Bapak Sai, Pak Nyoman Suartanaya dan Bapak Mardi) berangkat ke Bali membawa proposal sekalian melakukan persembahyangan ke Pura Pulaki, Pura Uluwatu dan  Pura Dalem Tugu. Di Bali kami bertemu dengan Bapak Drs A.A Ngurah Mayun Msi dari Biro Agama Propinsi Bali dan Ketua Yayasan Padma Siwa Buana.

Adapun yang dihasilkan dari pertemuan itu adalah:

Pemerintah Provinsi Bali bidang agama akan membantu pembangunan renovasi pura.
Ketua Yayasan Padma Siwa Buana akan membantu kegiatan pencarian dana dengan kesekretariatan panitia pembangunan Pura Penataran Luhur Medang Kamulan ada di Yayasan Padma Siwa Buana yang bertempat di Denpasar dan ketua Rumah Tangga Pura Bapak Kadek Sumanila membuat surat kuasa kepada Pengurus Yayasan Padma Siwa Buana dalam rangka menjadi kesekretariatan panitia pembangunan renovasi Pura Penataran Luhur Medang Kamulan untuk pencarian dana di Wilayah Bali.
Dengan diselesaikannya permasalahan tanah pura tersebut, seiring dengan waktu, pengurus rumah tangga pura melaksanakan perluasan tanah sebagai berikut:

Tahap pertama: Pergantian administrasi sebidang tanah seluas 612m2 kepada ahli waris H. Sukir dengan kompensasi sebesar 35 juta rupiah.
Tahap kedua: pembelian sebidang tanah dari Bpk Sampiadi Rp. 30juta.
Tahap ketiga: pembelian sebidang tanah dari Bpk Giman Rp. 17,6 juta
Tahap empat: pembelian sebidang tanah dari Bpk Sampiadi Rp.50 juta
Tahap kelima: pembelian sebidang tanah dari Bpk Karen Rp.9 juta.
Tahap keenam: pembelian sebidang tanah dari Bpk Saleh Rp.52 juta.
Tahap ketujuh: pembelian sebidang tanah dari Bpk Sareh 6 juta.
Tahap kedelapan: pembelian sebidang tanah dari Bpk Sampiadi Rp. 70 juta.
Jadi jumlah keseluruhan tanah pura yang semula seluas 612 m2 sekarang menjadi 3.966m2.

Atas dasar landasan tersebut diatas dan tuntunan maupun petunjuk dari Brahman ,Para Dewa dan Para leluhur dan dengan hati nurani yang tulus ikhlas maka terwujudlah semua pelinggih yang ada di Pura Penataran Luhur Medang Kamulan dimulai dari pembuatan Pelinggih Lingga Yoni dan Surya Mojopahit dan dilanjutkan semua pelinggih yang ada di Mandala Utama, Mandala Madya, Mandala Nista dan Pembejian. Dan diiringi dengan adanya sebuah Panji Medang Kamulan Nusantara Sejati sebagai simbul semangat juang dan kebesaran dari Pura Penataran Luhur Medang Kamulan. Pada hari selasa kliwon perangbakat tanggal 04 oktober 2011 di Pura Penataran Luhur Medang Kamulan diadakan upakara ngeruwak dan mulang dasar nyikut pewidangan mandala utama oleh Ida Pedanda Gde Anom Jala Karana Manuaba dari Griya Bila Wali Kenjeran Surabaya.Pada tanggal 31 agustus 2012 Purnama ketiga diadakan upacara melaspas mandala utama Pura, adapun yang muput upacara yaitu : Ida Pandita Sri Mpu Nabe Daksa Samyoga dari Kelaci Marga Tabanan dan Ida pedanda Gede Putra Telabah dari Griya Kuta Bali.

Pada tanggal 13 Pebruari 2014 dalam rangkaian acara Nedunang Ida Batara Dalem Medang Kamulan (di tandai dengan meletusnya gunung Kelud) dan pada Purnama Kawulu, Jumat Tanggal 14 Pebruari 2014 telah dilaksanakan Upacara Ngenteg Linggih yang dipuput oleh Pandita Dukun Hasta Brata dan Pandita Dukun Eko Warnoto dari Tengger dan Ida Pandita Mpu Agni Satya Wadi Winatha Daksa. Untuk Piodalan tahun 2015 ini dilaksanakan pada Purnama Kawulu Selasa, 03 Pebruari 2015 yang dipuput oleh Pandita Dukun Hasta Brata dan Pandita Dukun Eko Warnoto dari Tengger, Ida Bhujangga Rsi Hari Anom Phalguna dan Ida Bhujangga Rsi Istri Hari Laksmi dari Pasraman Agung Giri Taman Griya Batur Bhujangga Waisnawa – Jembrana – Bali, Ida Rsi Nabe Bujangga Sangging Prabhangkara Dwijasana dari Geria Kawan Ganggawati – Bangli, Ida Ratu Bhagawan Agra Sagening dari Griya Busung Megelung – Kediri Tabanan serta Ida Pandita Mpu Nabe Acharya Dharma dari Karangasem dan pada hari bersamaan dilaksanakan pengukuhan dari para sulinggih kepada Bapak Kadek Sumanila beserta istri sebagai Jero Sepuh Lanang Istri Medang Kamulan

Jero Sepuh LMK Arya Kadek Sumanila mempunyai keinginan yang kuat untuk menggunakan konsep Hindu Jawa pada sendi kehidupan Umat Hindu di Jawa. Hal ini diterapkan di Pura Penataran Luhur Medang Kamulan yang mana pelinggih-pelinggih pura menggunakan model jawa. Adapun pelinggih tersebut adalah Padma Candi, Gedong Lingga Kamulan, Penglurah Sakti, Arca Ken Dedes, Petirtan Tri Utama Suci, Dewa Ganesa, Hyang Panji Medang Kamulan Nusantara Sejati, Tri Suci Maha Rsi (Rsi Agastya, Rsi Markendya dan Mpu Kuturan), Lingga Yoni, Surya Majapahit, Hyang Semar dan Beji Sumber Kahuripan Sendang Kamulyan. Hal ini dapat dilihat dari Gedong Lingga Kamulan merupakan pemujaan kepada Leluhur dan Roh Suci yang disebut dengan Bethara. Didalamnya terdapat Rong Tiga yaitu Bapanta ring Tengen, Ibunta ring Kiwa, Matemahan Sang Hyang Iswara ring Tengah. Hal ini menunjukkan bahwa roh-roh orang suci zaman dulu yang menyatu dengan Sang Hyang Tunggal yaitu Kamulan Sakti Kamimitan. Disebut juga Ida Bathara Dalem Medang Kamulan (Rsi Agastya atau Ranghyang Dimaraja Manu atau Aji Saka) dari Zaman Kerajaan Majapahit sampai dengan Kerajaan Medang Kamulan.

Adapun urutan persembahyangan yaitu         :

Persembahyangan di Pembejian sumber Kahuripan sendang Kamuliaan
Persembahyangan di Linggayoni, Surya Majapahit dan Hyang Semar
Persembahyangan di Tri Suci Maha Rsi (Rsi Agastya,Rsi Markendya Dan Mpu Kuturan).
Persembahyangan di Mandala Utama Prahyangan Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasi Dewa Siwa, Sadasiwa dan Paramasiwa dan juga Ida Bhatara Dalem Medang Kamulan.
Bagi umat sedharma yang nunas /nuwur Tuhurtaja kemulan sebelum mepamit melaksanaka murwa daksina di mandala utama sebanyak tiga kali diiringi dengan doa kirtanam “Om Namah Siwaya”
Adapun ciri khas dari Pura Penataran Luhur Medang Kamulan adalah:

Adapun Piodalan dilaksanakan pada Hari Sasih ” PURNAMA KAWULU” dengan rangkaian upacara sebagai berikut:

Upacara pendahuluan:
Jero Sepuh Lanang Istri Medang Kamulan melaksanakan Matur Piuning sebelum upacara nancep karya.
Nunas Wastra Hyang Semar ke Gunung Arjuno
Nunas Tirta Pakuluh dan Ngaturang Piuning ke-23 Pura wilayah Surabaya 8, Sidoarjo 3, Gresik 4, Mojokerto 7 dan Lamongan 1.
Larung Sesaji dan Penyucian Panji Medang Kamulan Nusantara Sejati Ke Pantai Ngliyep – Malang Selatan
Upacara Piodalan dan Upacara Nitya Karma menggunakan Sesajen / Banten Hindu Medang Kamulan yang mengambil dasar Banten Tengger.
Adanya konsep yang sudah terbentuk Tuhurtaja Kemulan ( Restu Leluhur Tanah Jawa) yang merupakan konsep untuk menyambungkan Leluhur Tanah Bali dengan Leluhur Tanah Jawa yang sudah lama terputus dan ini sudah menjadi tradisi setiap umat yang metirtayatra ke pura Penataran Luhur Medang Kamulan.
Pada saat pelaksanaan puncak acara piodalan ada tarian sakral Athiti Dharma Trimurti yang ditarikan sama ibu-ibu yaitu: Jero Sepuh IMK Arya Nyoman Sriyani, Ibu Mangku Sri Ngatin Nengah Mariasa dan Ibu Ni Ketut Nurhoki Arsha Putra ataupun konseptornya Jro Sepuh LMK Arya Kadek Sumanila dan sedangkan untuk nama Athiti Dharma Trimurti diberikan oleh Ida Pedanda Gde Anom Jala Karana Negara Manuwaba. Dan pada waktu upacara nyineb ada Tarian Sakral Tari Siwa Tandava yang dibawakan oleh Sanggar Pancer Langit Desa Kapal Denpasar dan tarian mesolah TOPENG JOYOBOYO yang akan di solahkan sama Jro Sepuh Lanang MK Arya Kadek Sumanila.
Adapun rencana kedepan adalah dibuatnya konsep Kawitan Pusat Keluarga Besar Medang Kamulan dan pembangunan pelinggih Hyang Patih Gajah Mada, Lukisan Dewi Kanjeng Ratu Kidul dan Pelinggih Bhagawan Wiswakarma.


Pengurus Rumah Tangga Pura Penataran Luhur Medang Kamulan:

Jero Sepuh Lanang Istri Medang Kamulan : Jero Sepuh LMK Arya Kadek Sumanila
Jero Sepuh IMK Arya Nyoman Sriyani
Pinandita : Jero Mangku Nuriyadi
Jero Mangku Timbul
Jero Mangku Supardi
Jero Mangku Komang Budiasa
Jero Mangku Drs. I Nengah Mariasa, M.Hum
Penasehat : Laksda TNI I Nyoman Gede Nurija Ary Atmaja,SE
Pinandita Dr. Drs. I Nyoman Murba Widana M.Ag
Prof. Ir. I Nyoman Sutantra, M.Sc Ph.D
Prof Dr Ketut Buda Artana ST MSc
Putu Ivan Yunatana
I NYOMAN SUDAPET, SE.MM
Ir I Ketut Sukarta
Anak Agung Ketut Arimbawa
Mangku Putu Agus
Sai
Talib
Ketua : Jero Sepuh LMK Arya Kadek Sumanila
Wakil Ketua : Ir. I Gusti Putu Raka Arthama
Bendahara : Made Suartana
Sekretaris : Made WK
Seksi Umat : Kasiyadi
Seksi Umum : Purwadi
Yamat
Seksi Perlengkapan : Giman
Marif
Tomo
Niti Saiman
Jembadi
Anggota : Para Bakta seluruh Nusantara
Di awal tahun 2015 Bapak Dirjen Bimas Hindu Kementrian Agama RI Prof. Drs. I Ketut Widnya, M.Phil dan Pembimas Hindu Jawa Timur, Ida Bagus Made Windya, S.Ag, M.Ag. melakukan kunjungan ke Pura Penataran Luhur Medang Kamulan dan adapun harapan agar pengurus Pura tetap eksis dan komitmen untuk mempertahankan, menjaga dan melestarikan apa yang sudah menjadi tradisi, budaya dan sesajen yang sudah dilaksanakan atau berjalan di Pura Penataran Luhur Medang Kamulan. Adapun sumber anggaran yang digunakan adalah bantuan dari lembaga pemerintah yaitu : Provinsi Bali, DPRD Tk.1 Bali, Dirjen Bimas Hindu Kemenag RI dan PHDI Provinsi Jatim / Kabupaten Gresik, Yayasan Padma Siwa Buana dan Pemda Kab. Gresik. Dan bantuan dari umat diantaranya : Laksda TNI I Nyoman Gede Ary Nurija, SE , Ibu Ni Kadek Rohita, Anak Agung Ketut Arimbawa, Ir I Ketut Sukarta, Mangku Putu Agus, Ir I Gusti Putu Raka Arthama, Prof Ketut Budha Arthana, Putu Ivan Yunatana dan masih banyak lembaga atau perorangan yang mana kami tidak bisa sebut satu persatu dan atas rasa baktinya semua para bakta/ bakti semoga Brahman, Para Dewa dan Para Leluhur yang bersthana di Pura Penataran Luhur Medang Kamulan memberikan waranugraha keselamatan, kebahagiaan dan kesuksessan. Dan terima kasih banyak atas semua pengabdian dan perjuangannya selama ini tanpa mengenal lelah demi berbakti kepada leluhur kita yang bersthana di Pura Penataran Luhur Medang Kamulan baik dari awal sampai sekarang ini, yaitu Bapak Sai, Bapak Made Suartana, Bapak Mangku Komang Budiasa, Bapak Mangku Supardi, Bapak Purwadi dan seluruh keluarganya yang telah mendukung dan juga seluruh umat Desa Mondoluku.Dan untuk kegiatan lain lain banyak dibantu oleh umat dari berbagai daerah baik Gresik, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, Pasuruan dan seluruh umat yang ada di seluruh Nusantara. Dan dibantu oleh Paguyuban Pinandita Dharma Kriya Shanti.

Dan atas waranugraha Brahman, Para Dewa dan Para Leluhur hampir ribuan jumlahnya umat Nusantara khususnya umat dari Bali hampir semua sudah pernah tangkil atau sembahyang di Pura Penataran Luhur Medang Kamulan dan mereka semua sangat antusias untuk memuja leluhurnya sendiri dan mereka sangat merasakan suasana terharu dan penuh kedamaian.

Demikian sejarah singkat tentang lahirnya dan terwujudnya Pura Penataran Luhur Medang Kamulan yang merupakan sthananya para leluhur Nusantara dari peradaban Kerajaan Majapahit sampai dengan Kerajaan Mataram Kuno (Medang Kamulan) dan dengan diwujudkan pelinggih GEDONG LINGGA KAMULAN yang didalamnya ada rong tiga.

Bagi umat sedharma yang melaksanakan Dharmayatra ke Pura Penataran Luhur Medang Kamulan, bisa hubungi: Jero Sepuh LMK Kadek Sumanila (082343444222), SAI (085231287827), Ir I Gusti Putu Raka Arthama (08113384965), Made Suartana (082124793255), Mangku Timbul (081217860367), Purwadi (082244502024), Mangku Komang Budiasa (081231980007), Kasiyadi (081259846818).

Alamat: PURA PENATARAN LUHUR MEDANG KAMULAN DUSUN BUKU DESA MONDOLUKU KECAMATAN WRINGINANOM KABUPATEN GRESIK PROVINSI JAWA TIMUR.

Sumber: https://puramedangkamulan.wordpress.com/sekilas-pura/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar